sosial media

Senin, 15 Desember 2025

Elemen Logo SDN Gubeng III/206 Surabaya:

Elemen Logo SDN Gubeng III/206 Surabaya:

 


Bentuk Dasar:

Perisai: Melambangkan perlindungan, kekuatan, dan kesiapan untuk menghadapi tantangan. Dalam konteks sekolah, ini bisa berarti sekolah sebagai tempat yang melindungi dan mempersiapkan peserta didik. Warna biru tua sering dikaitkan dengan stabilitas, kebijaksanaan, dan kedalaman ilmu.

Elemen-elemen di Dalam Perisai:

Tulisan  SDN Gubeng III/206:

  • Menunjukkan nama lengkap dan kode sekolah, menegaskan identitas institusi.
  • Warna kuning/emas pada tulisan sering melambangkan kecerahan, prestasi, dan kemuliaan.

Tugu Pahlawan:

  • Ikon paling menonjol dari kota Surabaya. Melambangkan semangat kepahlawanan, perjuangan, dan patriotisme yang diharapkan ditanamkan kepada peserta didik.
  • Dasarnya yang dikelilingi pohon hijau bisa melambangkan kota Surabaya yang asri dan upaya pelestarian lingkungan.

Bentuk Wayang (Gunungan/Kayon) di Balik Tugu Pahlawan:
  • Gunungan atau Kayon: Ini adalah elemen penting dalam pertunjukan wayang kulit yang melambangkan kehidupan alam semesta, perubahan, dan dimensi spiritual.
  • Motif batik/ukiran Jawa: Menunjukkan nilai-nilai budaya Jawa, kearifan lokal, dan identitas daerah Surabaya yang kaya akan tradisi. Ini sangat selaras dengan visi sekolah "Berbudaya" dan misi "Melestarikan dan mengembangkan budaya Jawa".
  • Warna coklat keabu-abuan atau coklat tanah dapat melambangkan kekayaan bumi dan tradisi yang mengakar kuat.

Buku Terbuka dan Pena/Pistol/Keris:
  • Buku Terbuka: Melambangkan ilmu pengetahuan, pendidikan, pembelajaran, dan pencerahan. Ini mendukung misi "Mengembangkan potensi intelektual dan teknologi" dan visi "Cerdas".
  • Pena: Jika itu adalah pena, melambangkan literasi, kreativitas, dan proses belajar mengajar.
  • Pistol/Keris (Interpretasi): Jika interpretasinya adalah senjata tradisional (seperti keris) atau modern (pistol), ini bisa melambangkan keberanian, perjuangan untuk kebenaran, atau kemampuan untuk membela diri dan bangsa melalui pengetahuan. Dalam konteks budaya Jawa, keris juga memiliki makna filosofis yang mendalam.

Toga/Topi Wisuda:
  • Berada di atas buku dan senjata. Melambangkan pencapaian akademik, kelulusan, dan kesuksesan dalam pendidikan. Ini sangat relevan dengan visi "Cerdas" dan "Meraih prestasi optimal".


Bintang-Bintang (di atas Tugu dan di sekitar Toga):
  • Melambangkan cita-cita yang tinggi, harapan, dan prestasi yang gemilang. Jumlah bintang (biasanya lima) bisa juga merujuk pada Pancasila sebagai dasar negara.
  • Warna kuning/emas semakin memperkuat makna harapan dan kemuliaan.

Angka 1979:
  • Menunjukkan tahun berdirinya atau peresmian sekolah. Ini adalah informasi historis yang penting dan menunjukkan usia serta pengalaman institusi.

Tulisan SURABAYA:
  •  Menegaskan lokasi geografis sekolah, yaitu di kota Surabaya.

Kesimpulan Makna Logo Secara Keseluruhan:

Logo SDN Gubeng III/206 Surabaya ini merupakan perpaduan yang harmonis antara identitas lokal (Surabaya dengan Tugu Pahlawan, budaya Jawa dengan Kayon/Gunungan) dan tujuan pendidikan universal (buku, toga, bintang). Ini mencerminkan visi sekolah untuk menciptakan Generasi Bertaqwa (dengan akhlak mulia), Cerdas (dengan ilmu dan teknologi), Berbudaya (melestarikan kearifan lokal), dan Berkelanjutan (dengan semangat kepahlawanan dan kepedulian lingkungan).

 

INDIKATOR VISI DAN MISI

INDIKATOR VISI DAN MISI

 

VISI

"Mewujudkan Generasi Bertaqwa, Cerdas, Berbudaya, dan Berkelanjutan."(BCBB) 

Penjelasan:
Bertaqwa (mencakup iman dan akhlak).
Cerdas (intelektual, teknologi, dan prestasi).
Berbudaya (pelestari budaya Jawa).
Berkelanjutan (peduli lingkungan dan tanggung jawab sosial).


MISI

  1. Meningkatkan keimanan dan ketaqwaan: Peserta didik melalui pembiasaan ibadah, pendidikan agama yang mendalam, dan penanaman nilai-nilai luhur.
  2. Mengembangkan potensi intelektual dan teknologi: Peserta didik melalui pembelajaran yang inovatif, pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi, serta pengembangan keterampilan abad 21.
  3. Menciptakan lingkungan belajar yang kondusif: Untuk mengembangkan bakat dan minat siswa sehingga meraih prestasi optimal dalam bidang akademik maupun non-akademik.
  4. Menanamkan nilai-nilai karakter luhur: Seperti kejujuran, kemandirian, tanggung jawab, dan saling menghargai untuk membentuk pribadi yang bermartabat.
  5. Membentuk pribadi yang peduli dan bertanggung jawab terhadap lingkungan: Melalui edukasi, pembiasaan, dan kegiatan nyata pelestarian lingkungan.
  6. Melestarikan dan mengembangkan budaya Jawa: Melalui pengenalan seni, bahasa, dan nilai-nilai kearifan lokal dalam kegiatan belajar mengajar dan ekstrakurikuler.
  7. Menjalin kerja sama yang harmonis: Dengan orang tua, masyarakat, dan pihak-pihak terkait untuk mendukung tercapainya tujuan pendidikan.

Tedbree Logo
Operator Sekolah Silakan bertanya kepada kami. Kami siap membantu Anda
Halo, Ada yang bisa kami bantu? ...
Kirim